Saturday, 24 November 2012

Perginya Kekasih Allah Meninggalkan Kita...



DETIK-DETIK WAFATNYA NABI MUHAMMAD SAW 

Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad SAW, Allah SWT berpesan kepada malaikat Jibril. “Hai Jibril, jika kekasih-Ku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW.

Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah wahai anakku, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut pun datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya.

Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah SWT dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu” kata malaikat Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jmalaikat ibril lagi. “Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar bahwa Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya” kata malaikat Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya malaikat Izrail melakukan tugasnya. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.

Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal” kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku” Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum (peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu)”.



Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii! (Umatku, umatku, umatku)”. Dan, berakhirlah hidup manusia yang paling mulia yang memberi sinaran itu. Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa’alaihi wasahbihi wasallim.

Ya Allah, Berikanlah untuk Muhammad “al wasilah” (derajat) dan keutamaan. Dan tempatkanlah ia di tempat terpuji sebagaimana yang telah Engkau janjikan”. Betapa mendalam cinta Rasulullah kepada kita ummatnya, bahkan diakhir kehidupannya hanya kita yang ada dalam fikirannya. Sakitnya sakaratul maut itu tetapi sedikit sekali kita mengingatnya bahkan untuk sekedar menyebut namanya.

Dari Abi Syaidah Radhiallah anhu berkata, " Sakaratul Maut itu umpama duri yang tajam dimasukkan ke dalam badan kemudian dikeluarkan dengan keras sehingga luruh daging dan tinggal apa yang di dalamnya.." Allahurobbi...

Sunday, 21 October 2012

Siapa lagi kalau bukan aku ?


" Apabila mati seorang anak Adam, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara. Sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat kepada orang lain dan anak soleh yang mendoakan ibu bapanya " - Hadis Sahih ( Muslim )




Kita ...
Punya ibu, punya ayah,
Andai kata ayah kita mati malam ini ? Andai kata ibu kita sekejap lagi bakal pergi selamanya ? Adakah kita punya ruang punya waktu utk sekurang² nya mengucup dahi mereka buatkali terakhir dan membisikkan ..

" Saya sayang ayah ! Saya sayang mak ! "

Atau hanya ada teriakan di dalam hati di saat mereka terbujur kaku di pembaringan ? Teriakan yang mendesak kita utk kecewa dengan derhakanya kita, jahatnya kita dengan mereka ?

Mak ! sy banyak buat salah dengan mak ! sy derhaka dengan mak ! Ampunkan sy mak !
Ayah ! Tolong sy ayah ! Maafkan sy ayah sbb sy selalu menyakiti ayah !

Ingat ! Andai mereka mati atau meninggal dunia tepat jam 12 tgh malam. Apa yang berlaku sewaktu 7:58, 7:59 itu adalah sangat² penting. Cuba anda tanyakan kpd diri anda sekalian ? Sejauh mana anda menjamin anda telah menjadi seorang anak yang soleh dan solehah ? Seberapa kerapkah anda mengucap sayang kepada mereka setiap hari ? Atau anda lebih kerap melontarkan ucapan ' syg bie ! cyg syg ! ' kepada kekasih anda ? Tanya ! 

Andai kata mereka meninggal dunia malam ini, atau esok atau seterusnya...
Sanggupkah anda memandikan jenazah ibu atau ayahmu ? Sanggupkah ?!
Sanggupkah anda utk mengafankan jenaza ibu mu atau ayahmu ?
Beranikah anda untuk mengimami solat jenazah ayah dan ibumu ? 
Atau kta langsung tak tahu macam mana nak urus jenazah ayah ibu kita sendiri ??!

Kononnya kita bangga dengan status akademik kita sekarang,tapi dalam pd kita kejar ilmu dunia, kdg² kita terlupa bahawa kita sedang ketinggalan jauh di belakang utk ilmu yang akan menyelamatkan kita di akhirat.
Ulama berpendapat org yang paling baik paling afdal utk menguruskan jenazah org tua adalah anaknya. Maka kalian persiapkanlah diri kalian sewajarnya..aku mohon dengan sangat . tolonglah.

Kerana sekiranya org lain yg terpaksa menguruskan jenazah org tua kita, sungguh ! Aku malu. Aku malu dengan driku. Tersangat malu. Di saat mereka mengurut keras perut ibumu yang sedang dimandikan. Di saat mereka mengikat kemas tali kafan utk ayahmu. Sungguh ! Kalau roh itu mampu berbicara, mereka sudah pasti di dalam kesakitan. Karna yg mereka inginkan adalah sentuhan lembut drpd tgn anaknya yg soleh dan solehah. Doa yang penuh mustajab oleh anaknya setelah selesai mengimami solat jenazah mereka. Di saat air mata mengalir tidak putus putus utk memohon rahmat Allah. Mustahil Allah akan mengabaikan doa itu  ! Mustahil ! Allahu yasma dua'ana.. Renungkanlah...



Umi dan abahku,
Emi berjanji, akan ku bahagiakan umi dgn abah dunia akhirat..
Emi berjanji sekiranya umi dan abah terpaksa pergi dahulu dek kerana sayangnya Allah terhadap umi dan abah.. Emi yang akan jadi org itu !Tangan emi ini yang akan mengurut lembut perut abah sewaktu dimandikan ! Tangan ini yang akan mengafankan umi dan abah! Dan jasad ini ! Jasad ini yang akan mengimami solat jenazah kalian ! Inshaallah umi abah ! Emi tersangat sangat sayangkan umi dan abah. Andai saja umi abah bisa tahu.. -